Tata Tentrem Kerta Raharja
Konsep “Tata Tentrem Kerta Raharja” memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan tugas pokok Polri serta peran mahasiswa PTIK sebagai calon pemimpin kepolisian masa depan. Filosofi ini menggambarkan kondisi masyarakat yang tertib, aman, damai, sejahtera, dan harmonis, yang pada hakikatnya merupakan tujuan utama penyelenggaraan fungsi kepolisian dalam negara.
Secara makna, tata berarti keteraturan sosial dan hukum berjalan dengan baik, tentrem berarti terciptanya rasa aman dan ketenangan masyarakat, kerta bermakna kemakmuran atau kehidupan yang produktif, sedangkan raharja berarti kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat secara menyeluruh. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan tugas pokok Polri sebagaimana diatur dalam Pasal 13 UU No. 2 Tahun 2002, yaitu memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam konteks tugas kepolisian, konsep tata tentrem kerta raharja menjadi orientasi moral dan filosofis bahwa keberhasilan Polri bukan hanya diukur dari penegakan hukum semata, tetapi juga dari kemampuan menciptakan stabilitas sosial, rasa keadilan, dan kesejahteraan masyarakat. Polisi tidak hanya bertindak sebagai law enforcer, tetapi juga sebagai guardian of democracy, pelindung kemanusiaan, serta problem solver sosial di tengah masyarakat. Oleh karena itu, pendekatan humanis, profesional, dan berkeadilan menjadi penting dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian.
Bagi mahasiswa PTIK, konsep ini memiliki makna strategis karena mahasiswa PTIK dipersiapkan sebagai future leader Polri yang akan menentukan arah organisasi kepolisian ke depan. Mahasiswa PTIK tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik dan teknis kepolisian, tetapi juga harus memiliki kepekaan sosial, empati, integritas, dan kemampuan memahami dinamika masyarakat. Filosofi tata tentrem kerta raharja menjadi landasan pembentukan karakter kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan masyarakat, bukan sekadar kekuasaan.
Selain itu, mahasiswa PTIK harus mampu menerjemahkan konsep tersebut ke dalam praktik modern policing dan Presisi Polri, yaitu kepolisian yang prediktif, responsibilitas, serta transparansi berkeadilan. Dalam era VUCA dan perkembangan teknologi saat ini, tantangan keamanan semakin kompleks, sehingga calon perwira Polri dituntut mampu menjaga stabilitas keamanan sekaligus membangun kepercayaan publik (public trust) melalui pendekatan yang humanis, kolaboratif, dan adaptif.
Dengan demikian, tata tentrem kerta raharja bukan hanya semboyan filosofis, tetapi menjadi arah pengabdian Polri dan pedoman moral bagi mahasiswa PTIK dalam membangun kepolisian yang profesional, modern, humanis, serta mampu menciptakan masyarakat yang aman, tertib, damai, dan sejahtera.
Komentar
Posting Komentar